photo

Book

book cover

The Trouble With Islam Today: A Muslim's Call for Reform in Her Faith. Published in more than 30 countries and languages.

Learn More

Buy the US paperback
Amazon | Barnes & Noble

Audio Book

Audio Book

The Trouble With Islam Today, narrated in English by Irshad Manji, with music by Deeyah and Gary Justice.

Buy Now

Free Translations

For where the book is banned, censored, or difficult to access:

button
button
button_lang button button

Reformist Quran

2.jpeg

A progressive, 21st-century translation -- in English. The U.S. publisher bailed on it after the Prophet Muhammad cartoon riots. But fear didn't stop the translators.

Read and interpret for yourself.

BERIMAN TANPA RASA TAKUT

Sekapur Sirih

SETIAP AGAMA yang hadir di muka bumi selalu membawa harapan hidup yang lebih baik bagi setiap pemeluknya. Merosot dan jayanya suatu agama sangat bergantung pada seberapa besar umatnya meyakini dan mengakui kebesaran harapan hidup yang lebih baik tersebut. Harapan yang terpenuhi akan semakin memperkuat keyakinannya pada agama yang dipeluknya. Sebaliknya, harapan yang “tak terpenuhi” akan meruntuhkan panji-panji keyakinannya.

Islam dengan misi rahmatan lil ‘alamin memberikan rahmat bagi seluruh alam dengan tidak mendiskriminasikan umatnya karena perbedaan kelamin, suku, warna kulit, bentuk tubuh, usia, pandangan politik, etnis, ras, agama, orientasi seksual, dan perbedaan-perbedaan lainnya. Para mufassir (ahli tafsir) tidak ada yang memiliki pemahaman yang berbeda tentang misi Islam, tetapi problem muncul ketika para mufassir memahami ayat-ayat lain dalam Al-Quran dan hadis-hadis yang disabdakan oleh Rasulullah Saw. Sebut saja yang berkaitan dengan orientasi seksual terhadap sesama jenis dan segala aspek kehidupannya. Dalam persoalan inilah “Islam menjadi bencana bagi kaum homoseksual”. Karena para mufassir mayoritas memahami ayat-ayat tentang homoseksualitas dengan perspektif bias heteronormativitas, sehingga kaum homoseksual (lesbian dan gay) berada pada kelompok yang dianggap menyimpang, dan memiliki konflik dalam beragama.

Kajian-kajian mutakhir tentang homoseksualitas mulai menyentuh “ tafsir klasik” dan mengundang agamawan untuk menggunakan pisau analisis ilmu sosial, gender, hak asasi manusia, dan ilmu keislaman murni.

Di antaranya adalah Irshad Manji. Dia adalah feminis muslimah yang menulis buku yang berjudul Beriman Tanpa Rasa Takut yang sekarang ada di tangan Anda ini. Buku ini perlu dibaca dan dipahami secara kritis, didialogkan secara sehat dan berkeadilan. Nasr Hamed Abu-Zeid menyatakan bahwa realitas sosial adalah dasar dan tidak mungkin diabaikan. Dari realitas sosial lahirlah teks. Dari bahasa dan kebudayaan teks terbangunlah sistem. Realitas adalah yang pertama, kedua dan yang terakhir. Mengabaikan realitas karena mempertimbangkan teks yang beku tanpa perubahan atas pemaknaannya akan menjadikan teks sebagai sebuah legenda (Nasr Hamed Abu-Zeid dalam bukunya Naqd Al-Khitab Al-Diniy).

Untuk itu, kehadiran buku ini diharapkan dapat menambah khazanah keilmuan dan wacana keislaman, seksualitas dari perspektif kritis, kontekstual, dan kemanusiaan.

Terima kasih saya ucapan kepada semua pihak yang memberikan sumbangsih dalam proses penerbitan buku ini. Terutama kepada Sdri. Irshad Manji yang telah memberikan izin untuk menerbitkan bukunya ke dalam edisi bahasa Indonesia; Sdri. Herlina dari Lembayung Institute yang telah menerjemahkannya; Sdr. Ahmad Suaedi yang bersedia membaca ulang terjemahan Sdri. Herlina; Kiai Husein Muhammad yang memberikan catatan pendamping secara kritis atas pemikiran Manji; para endorser dengan komentar-komentarnya atas buku ini. Yang tak kalah penting, kepada Nun Publisher atas kerja sama baiknya dalam proses penerbitan buku ini; teman-teman Koalisi Perempuan Indonesia yang mendukung pentingnya penerbitan buku ini, terutama kepada Sdri. RR. Sri Agustine dan Mike V. Tangka yang turut memproses dengan baik hingga buku ini bisa dinikmati oleh pembaca di Indonesia.

Jakarta, Januari 2008
Masruchah
Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia